Matarakyat24.com, Jakarta — Percepatan investasi dan penguatan perdagangan global menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam webinar Ngobras Literasi Digital bertema “Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global” yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital, Rabu (5/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB di Intel Studio Pasar Minggu, Kompleks TNI AL, Jakarta Selatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan legislatif, praktisi komunikasi digital, dan akademisi.
Anggota Komisi I DPR RI Prof. Dr. (H.C.) H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi geopolitik global yang tidak menentu dapat memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi dan perdagangan internasional.
Ia menilai dinamika geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk fluktuasi harga barang dan stabilitas pasar.
“Perubahan situasi geopolitik global tentu memiliki dampak terhadap perekonomian dan perdagangan dunia. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi agar dampaknya terhadap ekonomi nasional dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui dialog dengan berbagai pihak guna memperoleh masukan dalam menghadapi dinamika global.
Sementara itu, praktisi komunikasi digital Dr. Usman Kansong, S.Sos., M.Si. menjelaskan bahwa percepatan investasi menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029 dengan dukungan realisasi investasi yang diproyeksikan mencapai Rp13.032 triliun pada periode 2025–2029.
Beberapa strategi yang dilakukan antara lain penguatan program hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, penyederhanaan perizinan melalui sistem digital, serta penguatan Satuan Tugas (Satgas) Investasi untuk mengawal proses realisasi investasi.
Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan bagi proyek-proyek strategis nasional, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pengembangan kawasan industri seperti Kawasan Industri Batang.
“Percepatan investasi dilakukan melalui reformasi regulasi, penyederhanaan perizinan, serta pemberian berbagai insentif untuk meningkatkan daya tarik investasi,” jelasnya.
Webinar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dinamika investasi dan perdagangan global sekaligus mendorong partisipasi publik dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.***
