Penghujung KKN, UPN Bukittinggi 2026 Kelompok 8 Luncurkan Pembangunan Insinerator Tanpa Asap

Tanahdatar, Matarakyat24.com— Upaya menjaga kebersihan lingkungan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Prima Nusantara (UPN) Bukittinggi 2026. Terus digalakkan di berbagai daerah, terkhususnya di Jorong Mutiara, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Rabu (25/2/2026).

Melalui program KKN mahasiswa kelompok 8 dari UPN hadirkan inovasi konkret berupa pembangunan insinerator tanpa asap, pemasangan palang sampah, serta penyediaan tong sampah organik dan nonorganik bagi masyarakat setempat.

Program ini lahir dari hasil observasi langsung di lapangan. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menemukan bahwa pengelolaan sampah di jorong tersebut masih dilakukan secara sederhana.

Sebagian masyarakat membakar sampah secara terbuka, sebagian lainnya membuang sampah ke aliran drainase. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran udara, penyumbatan saluran air, bahkan risiko gangguan kesehatan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa bersama jorong Tanjung Mutiara dan tokoh masyarakat mengadakan diskusi untuk mencari solusi yang realistis, terjangkau, dan dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Dari hasil musyawarah itu, disepakati pembangunan insinerator tanpa asap sebagai alternatif pembakaran terbuka, dilengkapi dengan fasilitas pendukung  berupa palang sampah dan tong pemilahan sampah.

Insinerator tanpa asap yang dibangun dirancang dengan sistem pembakaran tertutup dua tahap. Pada tahap pertama, sampah dimasukkan ke ruang bakar utama (primary chamber) dan dibakar pada suhu tinggi. Gas hasil pembakaran kemudian dialirkan ke ruang bakar kedua (secondary chamber) untuk proses oksidasi lanjutan sehingga partikel yang belum terbakar dapat terurai secara lebih sempurna.

 

Sistem ini membantu mengurangi asap hitam dan mengurangi dampak pencemaran udara. Penggunaan insinerator memiliki sejumlah kelebihan, antara lain mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, mengurangi polusi udara dibandingkan pembakaran terbuka, serta menjadi solusi praktis untuk wilayah yang belum memiliki akses pengangkutan sampah terpusat.

Namun demikian, pengoperasiannya memerlukan pengawasan agar suhu tetap optimal dan tidak semua jenis sampah dapat dibakar, terutama limbah berbahaya.

Ketua Kelompok 8 KKN Aldi Saputra mengatakan, bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab persoalan lingkungan. “Kami ingin memberikan solusi yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Insinerator tanpa asap ini dirancang agar aman dan lebih ramah lingkungan,” ujar Aldi.

Sementara itu, Kepala Jorong Mutiara, Eriyanto, S.Sos, mengapresiasi inisiatif mahasiswa. “Kami sangat berterima kasih atas kontribusi mahasiswa. Program ini membantu masyarakat dalam mengelola sampah dengan lebih baik dan terarah.

Harapan Eriyanto, fasilitas ini bisa kami dijaga dan dimanfaatkan bersama, karena bersar dampaknya dan mengurangi pencemaran lingkungan.

Sedangkan, Dosen Pemimbing Lapangan Kelompok 8 KKN UPN Bukitinggi, Desri Nova H. SST M. Biomed, sangat mendukung terlaksananya program ini.

’’Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), saya mengapresiasi inovasi insinerator tanpa asap yang dikembangkan oleh Kelompok 8 KKN UPN Bukittinggi sebagai solusi teknologi tepat guna dalam pengelolaan sampah masyarakat yang lebih aman dan ramah lingkungan,”sebut Desri Nova.

Diharapkan inovasi ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta menjadi contoh edukasi pengelolaan limbah di masyarakat Nagari Batu Taba.

Selain insinerator, mahasiswa juga memasang palang sampah di aliran drainase guna mencegah sampah terbawa arus dan menyumbat saluran air.

Penyediaan tong sampah organik dan non-organik di titik strategis menjadi langkah edukatif untuk membiasakan masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya.

Program yang dilaksanakan Kelompok 8 KKN UPN Bukittinggi ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata di Jorong Mutiara. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat sangatlah mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Heri)

Editor: Heri
Exit mobile version