Pengantaran Taruna Akmil & Akpol: Parluatan Siregar Ingatkan Nilai Keteladanan dan Dalihan Na Tolu

Ket: Pengantaran Taruna Akmil & Akpol Parluatan Siregar di Kualanamu

SUMATERA UTARA, 04 Januari 2026 – Tokoh adat sekaligus figur masyarakat, Parluatan Siregar, mengantar beberapa taruna, termasuk Ananda Mayor Taruna Kaisar Haekal Siregar serta keponakannya yang merupakan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), menuju Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, untuk melanjutkan tahapan pendidikan masing-masing di Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Momentum pengantaran tersebut menjadi simbol kuat dukungan keluarga dan masyarakat dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter, disiplin, berjiwa patriotik, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat sebagai calon aparat pertahanan dan keamanan negara.

Prosesi pengantaran berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan sarat makna. Selain sebagai agenda keluarga, kegiatan ini juga dimaknai sebagai bentuk penanaman nilai-nilai nasionalisme, bela negara, dan tanggung jawab moral kepada para taruna yang kelak akan mengemban amanah besar setelah menyelesaikan pendidikan kedinasan.

Parluatan Siregar menegaskan bahwa pendidikan di Akmil dan Akpol bukan hanya bertujuan mencetak personel yang unggul secara fisik dan intelektual, tetapi juga membentuk karakter, integritas, serta keteladanan sebagai abdi negara.

“Menjadi perwira TNI maupun Polri bukan semata soal pangkat dan jabatan, melainkan tentang keteladanan, pengabdian, dan tanggung jawab moral kepada rakyat serta bangsa,” ujar Parluatan Siregar.

Dalam kesempatan yang sama, Dosen Utama Akademi Kepolisian (Akpol) sekaligus Dosen Kejahatan Transnasional Nasional dan Radikalisme menekankan pentingnya menanamkan nilai nasionalisme dan wawasan kebangsaan sejak dini kepada para taruna.

“Kita harus menanamkan rasa nasionalisme yang kuat kepada para taruna, baik Taruna Akpol maupun Taruna Akmil, agar setelah menyelesaikan pendidikan dan memasuki masa dinas, mereka benar-benar menjiwai wawasan kebangsaan dan semangat bela negara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman kebangsaan yang kuat merupakan benteng utama dalam mencegah masuknya paham-paham ekstrem dan radikal di lingkungan aparatur negara.

“Dengan fondasi nasionalisme dan bela negara yang kokoh, para taruna akan terhindar dari pengaruh radikalisme, bahkan mampu berperan aktif dalam mencegah dan menangkal perilaku radikal di tengah masyarakat,” tegasnya.

Parluatan Siregar juga kembali mengingatkan pentingnya nilai kearifan lokal Dalihan Na Tolu sebagai pedoman etika dan moral yang sejalan dengan nilai keprajuritan dan pengabdian Polri maupun TNI.

“Nilai Dalihan Na Tolu mengajarkan keseimbangan, saling menghormati, dan tanggung jawab sosial. Jika nilai ini dipegang teguh, maka para perwira TNI dan Polri ke depan tidak hanya tegas dalam tugas, tetapi juga humanis dan dekat dengan rakyat,” katanya.

Pengantaran para taruna ke Bandara Internasional Kualanamu tersebut menjadi simbol doa dan harapan keluarga agar seluruh taruna mampu menjalani pendidikan dengan disiplin, integritas, serta semangat juang tinggi, hingga kelak menjadi perwira TNI dan Polri yang profesional, nasionalis, dan berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Momentum tersebut diabadikan melalui foto kebersamaan keluarga sebagai simbol dukungan moral dan keyakinan bahwa nilai keteladanan, patriotisme, serta wawasan kebangsaan akan terus mengiringi perjalanan pengabdian para taruna di masa depan.

Horass

Penulis: AdminEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *