Medan, 20 Februari 2026 – Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai narasi dan tuduhan yang dilontarkan sekelompok pihak yang menyudutkan personal Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dinilai merupakan pandangan yang sangat tedensius, upaya provokasi liar, tak proporsional dan cenderung politis.
Ia menyebut narasi tersebut tak objektif dan kontruktif dalam menilai persoalan secara menyeluruh. Ia menyarankan agar pulik tak terpengaruh atas framing liar tersebut.
“Menurutnya, Kritik harus rasional, objektif, dan berorientasi pada kepentingan publik yang layak dijadikan dasar kebijakan dalam menjaga kambtibmas kota Medan, bukan kritik yang didasari dendam pribadi atau bernuansa politis terhadap institusi Polri,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Jumat (20/2/2026).
Ketua Indonesia Youth Epicentrum atau Pusat Perkumpulan Pemuda Indonesia menilai ada upaya mendiskreditkan kinerja Polrestabes Medan melalui narasi pergantian Kapolres. Menurutnya, kritik seharusnya berbasis data, indikator kinerja, capaian, dan analisis kelembagaan yang menyeluruh.
Paparkan Capaian Polrestabes Medan
Selain itu, Alumnus INDEF School Of Political economy Jakarta itu memaparkan sejumlah program dan capaian Polrestabes Medan di bawah kepemimpinan Kapolrestabes Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kita menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja 100 hari Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvin Simanjuntak beserta seluruh jajarannya yang telah membawa perubahan di dalam penegakan hukum khususnya di dalam pemberantasan narkoba, perjudian, hingga pelaku jalanan ( begal),” jelas Nasky.
Founder Nasky Milenial Center ini memaparkan sejumlah capaian prestasi Polrestabes Medan dalam 100 hari dipimpin Kombes Jean Calvijn.
Pertama, Pengungkapan puluhan kasus narkoba. Polrestabes Medan di bawah kepemimpinan Kombes Calvijn berhasil mengungkap 24 kasus narkoba dengan 34 tersangka dalam periode operasi 72 hari akhir 2025, dengan barang bukti sabu, ganja, ekstasi, dan lainnya.
Kedua, Penanganan kejahatan umum dalam skala besar. Selama 22 hari pada Oktober 2025, jajaran Polrestabes Medan mengungkap 159 kasus tindak pidana dan menangkap 219 tersangka dari berbagai aksi kriminal seperti begal, pencurian, dan narkoba.
Ketiga, Penggerebekan jaringan narkoba lintas wilayah. Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran narkoba jaringan Malaysia-Indonesia, menyita 8 kg sabu dan ribuan pil ekstasi di Kabupaten Asahan.
Keempat, Penangkapan pelaku begal dan kriminalitas lainnya. Dalam kurun waktu 15 hari, Polrestabes Medan berhasil menangkap 14 pelaku begal di wilayah hukumnya.

Terakhir, Penghargaan dari Kompolnas Awards 2025. Di bawah komando Kapolrestabes Medan, Polsek Medan Kota meraih Kompolnas Awards 2025 untuk kategori Polsek Gakkum Terbaik Tipe A. Prestasi ini juga menjadikan Polda Sumut masuk nominasi lima besar untuk kategori Polda Tipe A di tingkat nasional.
“Menurutnya, Polrestabes Medan di bawah pimpinan Jean Calvijn Simanjuntak terus bertransformasi menjadi institusi yang lebih modern, cepat, tepat, dan humanis,” kata Nasky.
Capaian ini, selaras dengan program Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang dicanangkan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
“Transformasi Polri dalam 100 hari kerja Kombes Jean Calvijn ini menjadikan Polrestabes Medan mendapat kepercayaan publik melalui pelayanan terintegrasi dan penegakan hukum yang adil,” ungkap Nasky.
Serukan Publik Jaga Stabilitas Kamtibmas Kota Medan
Di akhir pernyataannya, Nasky mengajak publik bersikap rasional dan tidak mudah terpengaruh framing liar. Ia menyinggung istilah decapitation strategy dan policy sabotage sebagai upaya menyerang figur kunci pemerintahan.
“Demokrasi dibangun dengan rasionalitas dan kepatuhan pada hukum, bukan kemarahan atau fitnah yang dikemas dalam opini,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa menjaga soliditas dan stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo serta mendukung reformasi Polri secara konstruktif demi keutuhan NKRI.












