Literasi Digital Jadi Benteng Hadapi Hoaks dalam Pendidikan Pemilih Berkelanjutan

Jakarta, 24/7/26 – Derasnya arus informasi di era digital menghadirkan tantangan baru bagi penyelenggaraan demokrasi. Oleh sebab itu, peningkatan literasi digital menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan kepada Kelompok Pemilih Rentan, Marjinal, dan Pemula yang dilaksanakan KPU pada Jumat, 24 Juli 2026.

Narasumber M. Zaen Salim, M.I.P menjelaskan bahwa kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya melalui sumber yang kredibel.

Menurutnya, penyebaran hoaks, disinformasi, dan politik identitas berpotensi memengaruhi pilihan masyarakat sekaligus memecah persatuan bangsa apabila tidak disikapi secara bijaksana. Karena itu, setiap warga negara perlu membiasakan diri melakukan verifikasi informasi serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Selain membahas literasi digital, narasumber juga menekankan pentingnya memilih berdasarkan rekam jejak, integritas, visi, dan kapasitas calon pemimpin, bukan karena popularitas ataupun tekanan lingkungan. Pemilih yang cerdas diyakini akan melahirkan pemimpin yang mampu menjalankan amanah rakyat secara efektif.

Menutup kegiatan, seluruh narasumber mengajak peserta menjadikan demokrasi sebagai tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan literasi politik, menjunjung tinggi etika bermedia digital, menolak politik uang, serta aktif mengawal jalannya pemerintahan, masyarakat diharapkan mampu berkontribusi dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, berintegritas, dan menghasilkan demokrasi Indonesia yang semakin berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *