Remaja Rentan Terjerumus Narkoba, Edukasi Dinilai Penting

Matarakyat24.com— Ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja menjadi perhatian serius dalam webinar literasi digital bertema “Narkoba dan Remaja” yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital bersama Anggota Komisi I DPR RI, Drs. H. Taufiq R. Abdullah, M.A.P, Rabu (11/3/2026).

Dalam diskusi tersebut, Praktisi Kehumasan sekaligus Pakar Budaya Digital, Dr. Rulli Nasrullah, M.Si, menjelaskan bahwa pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor utama yang membuat remaja rentan mencoba narkoba. Menurutnya, sekitar 84,5 persen remaja pertama kali menggunakan narkoba karena ajakan teman atau tekanan dalam pergaulan agar dapat diterima dalam kelompok sosialnya.

Selain faktor lingkungan, lemahnya peran keluarga juga menjadi penyebab penting. Kurangnya perhatian, kasih sayang, serta pengawasan orang tua membuat sebagian remaja mencari pelarian emosional melalui zat adiktif. Ia juga menyoroti bahwa jaringan peredaran narkoba kerap memanfaatkan anak-anak sebagai kurir karena adanya celah hukum yang memberikan hukuman lebih ringan bagi pelaku di bawah umur.

Secara neurologis, remaja juga berada pada fase perkembangan otak yang belum sepenuhnya matang, khususnya pada bagian lobus frontal yang berfungsi mengendalikan emosi dan pengambilan keputusan. Kondisi ini membuat remaja lebih impulsif dan rentan mengambil keputusan berisiko. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa sekitar 28,2 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari generasi muda usia 15–24 tahun atau lebih dari 900 ribu orang.

Meski demikian, program edukasi dinilai mampu memberikan dampak positif. Pendekatan edukasi interaktif berbasis peer educator terbukti meningkatkan pemahaman peserta mengenai bahaya narkoba secara signifikan. Skor pengetahuan peserta meningkat dari 46,25 menjadi 96,75 setelah mengikuti program edukasi, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam menolak ajakan penggunaan narkoba. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan pengetahuan dan membangun kesadaran kolektif untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *