Armen Sanusi Harahap Sampaikan Permohonan Maaf kepada TNI: Aktivis Pemuda Apresiasi Sikap Dewasa Wakil Rakyat Tapsel

 

Matarakyat24.com – Tapanuli Selatan, 23 Juli 2025 – Polemik yang sempat mencuat di tengah masyarakat Tapanuli Selatan terkait pernyataan Anggota DPRD Tapsel, Armen Sanusi Harahap, akhirnya mendapat titik terang. Armen secara terbuka menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya personel Kodim 0212/TS yang merasa tersinggung atas pernyataannya dalam sebuah rekaman video yang sempat viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Armen dinilai menyampaikan pernyataan yang tidak pantas dan dianggap menyinggung keberadaan serta peran Babinsa di wilayah yang sedang menghadapi persoalan perambahan hutan. Pernyataan tersebut menuai respons publik, termasuk dari kalangan TNI dan masyarakat sipil, yang menilai hal itu dapat mencederai kehormatan institusi negara.

Merespons hal itu, Armen akhirnya menyampaikan klarifikasinya secara terbuka kepada media. Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merendahkan atau menyinggung TNI. Menurutnya, apa yang terjadi merupakan kesalahpahaman komunikasi yang tidak disengaja, yang terjadi dalam suasana diskusi yang emosional.

Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Kodim 0212/TS, terutama kepada Babinsa yang selama ini telah bekerja keras menjaga ketertiban dan keamanan wilayah. Saya sangat menghormati dan menghargai peran TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara. Pernyataan saya saat itu keluar dalam konteks yang kurang tepat, dan saya bertanggung jawab sepenuhnya atas kekeliruan tersebut,” ujar Armen dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Armen juga mengajak semua pihak untuk kembali bersatu dan menjaga keharmonisan antara lembaga sipil dan militer, khususnya dalam menangani isu-isu strategis di daerah seperti persoalan lingkungan dan konflik lahan.

Sikap terbuka dan permintaan maaf tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk kalangan pemuda. Salah satu apresiasi datang dari Benny Hasibuan, aktivis pemuda asal Sumatera Utara yang juga dikenal aktif menyuarakan isu-isu kebangsaan dan kemasyarakatan.

Sebagai aktivis pemuda, saya menilai langkah klarifikasi dan permintaan maaf yang disampaikan oleh Saudara Armen Sanusi Harahap adalah sikap yang dewasa, bijak, dan patut dihormati. Ini mencerminkan tanggung jawab moral serta etika seorang wakil rakyat yang tidak anti-kritik dan mau mengoreksi diri,” ujar Benny Hasibuan.

Benny juga menambahkan bahwa membangun hubungan harmonis antara DPRD sebagai unsur legislatif daerah dan TNI sebagai penjaga stabilitas nasional merupakan fondasi penting dalam menjaga ketertiban sosial dan kedaulatan daerah, apalagi dalam konteks persoalan perambahan hutan yang juga membutuhkan pendekatan kolaboratif antarinstansi.

Kita harus mampu membedakan antara kritik kebijakan dan pelecehan institusi. Tapi ketika ada kesalahpahaman, jalan terbaik adalah dialog dan permintaan maaf terbuka seperti yang dilakukan Saudara Armen. Ini harus jadi contoh bahwa kritik tetap bisa disampaikan tanpa harus menabrak etika kelembagaan,” tambah Benny.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk tetap menjaga komunikasi yang santun, serta saling menghargai antar unsur negara dalam upaya membangun daerah dan menjaga ketertiban masyarakat. Dengan adanya klarifikasi dan permintaan maaf ini, diharapkan polemik yang sempat berkembang dapat segera mereda dan sinergitas antara legislatif dan TNI dapat terus terjaga dengan baik di Tapanuli Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *