Matarakyat24.com, Jakarta — Pembangunan desa dinilai menjadi kunci dalam memperkuat perekonomian nasional, mengingat sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di wilayah pedesaan. Hal tersebut disampaikan dalam webinar Ngobras Literasi Digital bertema “Pembangunan Desa, Koperasi dan UMKM” yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB di Intel Studio Pasar Minggu, Kompleks TNI AL, Jakarta Selatan, menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan legislatif, akademisi, dan tokoh masyarakat.
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh dalam sambutannya menekankan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa. Menurutnya, pembangunan harus berlandaskan pada prinsip keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Ia menyebutkan bahwa mayoritas penduduk Indonesia tinggal di wilayah pedesaan, sehingga pembangunan desa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat. Karena sebagian besar penduduk Indonesia berada di desa, maka pembangunan juga harus dimulai dari desa,” ujarnya.
Ia juga menyinggung sejumlah program pemerintah yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat, seperti program koperasi desa dan program makan bergizi gratis. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di tingkat desa.
Sementara itu, tokoh masyarakat Saeful Bahri menjelaskan bahwa masih banyak desa yang menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses modal, pasar, hingga transportasi.
Menurutnya, keterbatasan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sejumlah desa tertinggal dalam pembangunan ekonomi.
Ia menilai keberadaan koperasi desa dapat menjadi solusi untuk memperkuat akses ekonomi masyarakat pedesaan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Koperasi di desa diharapkan mampu menjadi wadah yang menampung kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa,” katanya.
Melalui kegiatan literasi digital ini, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya peran desa, koperasi, dan UMKM dalam mendukung pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.***












