Tim Akademisi UBB Perkuat Kapasitas Kelompok Tani Air Mesu Timur melalui Edukasi Budidaya Cabai Rawit

Oleh : Winda Wahyuni, S.P.,M.Si.

Dosen Agroteknologi UBB

Matarakyat24.com — Bangka Tengah – Akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Air Mesu Timur, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan ini difokuskan pada pemberdayaan petani melalui Edukasi Kelompok Tani pada Kegiatan Persemaian (Nursery) dan Budidaya Cabai Rawit. Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian (Winda Wahyuni, Garist Sekar Tanjung dan Dr. Fitri Afriani) menyalurkan bantuan berupa rak persemaian dan saprodi persemaian untuk kegiatan budidaya cabai rawit kepada Kelompok Tani Makmur yang mewakili masyarakat Desa Air Mesu Timur. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kapasitas petani dalam mengembangkan komoditas cabai rawit unggulan.

Winda Wahyuni selaku Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan petani sekaligus memberikan bantuan teknis dalam proses penyemaian cabai rawit. Sebagaimana diketahui bahwa Kabupaten Bangka Tengah dikenal sebagai sentral Produsen Hortikultura Pulau Bangka, salah satunya yaitu komoditas cabai rawit. Edukasi yang diberikan mencakup tahapan penting dalam budidaya cabai rawit, mulai dari pemilihan benih bermutu, teknik persemaian yang benar, pengelolaan media tanam, hingga pemeliharaan tanaman di lahan, panen serta perhitungan analisis usaha tani.

Melalui pendekatan partisipatif, para petani dilibatkan secara aktif dalam diskusi dan praktik lapangan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman petani serta mendorong penerapan teknologi dan inovasi budidaya cabai rawit yang sesuai dengan kondisi lokal Desa Air Mesu Timur. Salah satu fokus utama program ini adalah teknik persemaian benih cabai rawit yaitu kombinasi media tanam dengan komposisi yang tepat seperti tanah : kompos : sekam dengan perbandingan 1:1:1. Hal ini bertujuan guna memperoleh hasil pertumbuhan bibit yang optimal. Selain itu, pada kegiatan ini petani juga dibekali dengan rak persemaian dengan tujuan untuk optimalisasi perkecambahan benih. Penggunaan rak semai memudahkan perawatan, mengurangi serangan hama dan penyakit, serta menghasilkan bibit yang sehat dan seragam siap dipindah tanam. Selama ini petani melakukan persemaian pada tanah yang digemburkan yang sudah dicampur dengan pupuk kimia. Penggunaan media semai langsung ini justru dapat merusak pertumbuhan akar bibit cabai pada saat pindah tanam karena pemindahannya dilaksanakan dengan sistem cabut.

Tim Akademisi UBB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat desa. Cabai rawit dipilih sebagai komoditas strategis karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta berpotensi meningkatkan pendapatan petani jika dikelola secara optimal.

Kelompok Tani Desa Air Mesu Timur menyambut baik kegiatan edukasi ini dan berharap pendampingan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan adanya transfer pengetahuan dan keterampilan dari akademisi, petani diharapkan mampu meningkatkan kemandirian serta daya saing usaha tani cabai rawit di Kabupaten Bangka Tengah.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Universitas Bangka Belitung dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan berbasis potensi lokal. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan pertanian cabai rawit yang lebih produktif di Desa Air Mesu Timur, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani setempat.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *