Strategi Nasional Ketahanan Energi Didorong untuk Perkuat Kedaulatan dan Stabilitas Ekonomi Indonesia

Matarakyat24.com, Jakarta, 3 Maret 2026 — Penguatan strategi nasional menuju kemandirian dan ketahanan energi Indonesia menjadi agenda prioritas dalam menghadapi dinamika geopolitik global, fluktuasi harga energi, serta tantangan transisi menuju energi bersih. Hal tersebut mengemuka dalam forum diskusi publik bertema “Strategi Nasional Menuju Kemandirian dan Ketahanan Energi Indonesia” yang diselenggarakan pada Selasa (3/3).

Forum menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI Desy Ratnasari, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Dadan Kusdiana, serta akademisi dan pakar kebijakan energi sebagai narasumber.

Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa ketahanan energi bukan sekadar persoalan pasokan bahan bakar atau listrik, tetapi menyangkut stabilitas ekonomi nasional, daya saing industri, hingga kedaulatan negara dalam menentukan arah pembangunannya.

Indonesia sebagai negara dengan sumber daya energi yang melimpah dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat kemandirian energi. Namun, tantangan utama masih terletak pada ketergantungan terhadap impor energi fosil serta kebutuhan investasi besar dalam pengembangan energi baru dan terbarukan.

Desy Ratnasari menegaskan bahwa strategi ketahanan energi harus dirancang secara komprehensif, mencakup diversifikasi sumber energi, percepatan transisi energi bersih, serta penguatan infrastruktur energi nasional yang merata hingga ke wilayah terpencil.

Sementara itu, Dadan Kusdiana menyampaikan bahwa transformasi energi Indonesia harus berbasis pada perencanaan jangka panjang yang adaptif terhadap perubahan global. Pengembangan energi surya, panas bumi, bioenergi, serta kendaraan listrik menjadi bagian dari strategi menuju bauran energi yang lebih berkelanjutan.

Forum juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pencapaian target bauran energi nasional. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat perlu bergerak bersama agar transisi energi tidak hanya menjadi agenda kebijakan, tetapi menjadi gerakan nasional.

Di sisi lain, stabilitas pasokan energi dalam negeri tetap menjadi prioritas. Ketahanan energi harus memastikan ketersediaan energi yang cukup, harga yang terjangkau, serta akses yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Diskusi menekankan bahwa ketahanan energi memiliki implikasi langsung terhadap ketahanan nasional. Ketergantungan tinggi terhadap impor energi berpotensi menimbulkan risiko ekonomi dan geopolitik yang signifikan.

Karena itu, penguatan produksi energi domestik, peningkatan efisiensi energi, serta optimalisasi sumber daya alam nasional menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang.

Forum juga membahas pentingnya investasi teknologi dan penguatan sumber daya manusia dalam sektor energi. Transformasi menuju energi bersih membutuhkan inovasi dan kesiapan SDM yang mumpuni agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam industri energi masa depan.

Sebagai penutup, Desy Ratnasari menegaskan bahwa kemandirian energi adalah fondasi bagi kedaulatan bangsa.

“Ketahanan energi bukan hanya soal listrik dan bahan bakar, tetapi soal masa depan ekonomi dan kemandirian Indonesia. Strategi nasional harus memastikan energi menjadi kekuatan, bukan kerentanan,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *