Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Watampone bersama Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi dugaan keterlibatan seorang oknum dosen Andi Muhammad Taufik alias AT, terduga pelaku penyalahgunaan narkoba, sebagai kader terbaik Muhammadiyah.
Ketua PCM Watampone, Andi Tabrani Rasyid, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Andi Taufik bukan kader aktif dan tidak menjabat sebagai ketua atau pengurus organisasi sebagaimana isu yang berkembang di masyarakat.
Dia itu sudah kader tidak aktif dan bukan jajaran ketua ormas, yang benar bukan ketua sebagaimana isu yang beredar,” ungkap Andi Tabrani, pada selasa (6/1/2026)
Hal serupa disampaikan Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Bone (Unim Bone), Gunawan, S.Pd., M.Pd. Ia menyebut Andi Taufik tidak pernah aktif dalam kegiatan Muhammadiyah selama ini.
“Yang bersangkutan hanya mengaku dirinya sebagai Muhammadiyah, namun tingkah lakunya tidak mencerminkan seorang kader. Perlu diketahui, AT sering dipanggil oleh pihak Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) agar tidak sering melakukan perbuatan yang menyimpang, bahkan telah diberikan peringatan. Namun yang bersangkutan tidak mengindahkan hal tersebut,” uangkap Gunawan.
Gunawan menambahkan, pihak Universitas Muhammadiyah Bone akan memberikan sanksi tegas kepada Andi Taufik sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungan AUM.
“AT akan diberi sanksi tegas. Setelah konferensi pers tadi, pihak kami akan menggelar rapat terkait hal itu,” tegasnya.
Baik PCM Watampone maupun UNIM Bone berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat serta mencegah munculnya stigma negatif terhadap lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Keduanya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba demi menjaga masa depan generasi muda.***












