MataRakyat24.com, Jakarta – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengendalikan harga beras yang belakangan mengalami kenaikan. PB HMI menilai upaya intervensi pasar yang dilakukan Kementan bersama Perum Bulog membuktikan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi konsumen.
Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, mengatakan bahwa salah satu kebijakan konkret yang layak diapresiasi adalah operasi pasar beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dengan total 1,3 juta ton hingga akhir tahun 2025. Beras tersebut dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram.
“Ini langkah nyata dari Kementerian Pertanian yang membuktikan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya konsumen. Operasi pasar ini diharapkan mampu mengendalikan harga beras di tengah gejolak pasar,” kata Bagas dalam keterangan tertulis, Selasa (26/8/2025).
Namun di tengah berbagai capaian tersebut, PB HMI menyesalkan adanya narasi negatif dari sejumlah pihak yang menuding Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak peduli terhadap konsumen. Bagas menyebut tudingan itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Andi Amran, Kementan justru mencatat sejumlah capaian penting, seperti stok cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah Bulog didirikan, kebijakan tanpa impor beras, serta penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram yang berpihak kepada petani. Selain itu, kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) juga menunjukkan peningkatan kesejahteraan petani secara signifikan.
“Pak Menteri tidak hanya peduli pada konsumen, tetapi juga sangat memperhatikan nasib petani. Keseimbangan ini penting agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pertanian dan Kelautan PB HMI, Romadhon, menilai bahwa framing negatif terhadap Menteri Pertanian tidak berlandaskan data. Ia menegaskan, berbagai kebijakan dan capaian yang diraih saat ini menunjukkan keberpihakan kuat terhadap petani dan kestabilan pangan nasional.
“Kami melihat langkah-langkah Kementerian Pertanian sangat strategis dan berdampak langsung. Framing negatif terhadap Pak Menteri justru mengaburkan keberhasilan yang patut menjadi contoh,” tutur Romadhon.
PB HMI pun menyerukan agar seluruh elemen masyarakat bersikap objektif dalam menilai kebijakan pemerintah serta tidak terpengaruh opini yang tidak berdasar. Mereka berharap Kementan terus melanjutkan langkah-langkah konkret untuk menjamin kesejahteraan petani sekaligus menjaga daya beli masyarakat.***