Matarakyat24.com — Upaya mewujudkan swasembada air nasional menjadi agenda strategis yang semakin mendesak di tengah dinamika global dan tantangan perubahan iklim. Hal ini mengemuka dalam webinar bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Air dalam Mewujudkan Swasembada Air Nasional” yang diselenggarakan pada Selasa, 7 April 2025.
Anggota Komisi I DPR RI, Elnino M. Husein Mohi, menegaskan bahwa air tidak lagi dapat dipandang sebagai sumber daya yang selalu tersedia tanpa batas. Dalam realitasnya, Indonesia menghadapi paradoks pengelolaan air—di satu sisi terjadi banjir akibat kelebihan air, sementara di sisi lain masih banyak daerah mengalami kesulitan akses air bersih.
Menurutnya, tantangan utama bukan terletak pada ketersediaan air, melainkan pada tata kelola yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih terintegrasi lintas sektor, mencakup penguatan regulasi, pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan lokal, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Pemerintah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur air seperti bendungan dan jaringan irigasi. Namun demikian, aspek pemeliharaan dan keberlanjutan dinilai masih menjadi titik krusial yang harus diperkuat agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Selain itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci akselerasi. Sistem pengelolaan berbasis data, sensor, dan prediksi cuaca dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi serta meminimalkan kehilangan air. Meski demikian, adopsi teknologi ini masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam sesi diskusi, pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam menangani pencemaran air oleh aktivitas industri melalui penguatan pengawasan, penerapan standar baku mutu, serta penegakan sanksi. Upaya pemulihan sumber air dan penyediaan akses air bersih bagi masyarakat terdampak menjadi prioritas dalam menjaga hak dasar masyarakat.
Ke depan, pemerintah menekankan pentingnya transformasi cara pandang terhadap air sebagai aset strategis nasional. Pengelolaan air harus mengedepankan prinsip keberlanjutan—menyimpan saat berlebih, menggunakan secara efisien, serta menjaga kualitasnya.
Dengan langkah yang terintegrasi dan kolaboratif, swasembada air diyakini dapat menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, serta daya saing ekonomi nasional.***












