Matarakyat24.com, Jakarta – Transformasi digital dinilai menjadi faktor kunci dalam mendorong akselerasi investasi dan perdagangan global, khususnya dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Dalam webinar nasional yang membahas penguatan ekonomi di era kompetisi global, pegiat literasi digital, Nurul Syamsu Panna, menekankan bahwa literasi digital tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan fondasi utama dalam ekosistem ekonomi modern.
“Perdagangan global hari ini sudah berbasis digital. Kepercayaan dibangun dari platform, transaksi dilakukan secara online, dan pasar ditentukan oleh kemampuan membaca tren digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa meskipun ekonomi digital Indonesia telah berkembang pesat dan menembus nilai lebih dari USD 100 miliar, masih terdapat kesenjangan yang signifikan antara pelaku usaha di kota besar dan daerah.
Banyak UMKM di daerah yang memiliki produk berkualitas dan berpotensi ekspor, namun belum mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal, baik dari sisi pemasaran, branding, hingga keamanan transaksi.
“Kita tidak kekurangan produk unggulan, tapi kita masih kekurangan kesiapan untuk membawa produk itu ke pasar global,” jelasnya.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam membangun literasi digital, tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, platform digital, sektor pendidikan, dan komunitas dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan merata.
Dengan penguatan literasi digital, UMKM Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pelaku domestik, tetapi mampu bersaing dan berkontribusi dalam perdagangan global.












