HMI Payakumbuh-Limapuluh Kota Kecam Tindakan Represif Aparat, Desak Kapolda Metro Jaya Dicopot

Payakumbuh – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Payakumbuh-Limapuluh Kota menyatakan sikap tegas terkait tragedi kemanusiaan yang terjadi di Jakarta Pusat, di mana seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan meninggal dunia akibat tindakan represif aparat Brimob (Tergilas Mobil).

Ketua Umum HMI Cabang Payakumbuh-Limapuluh Kota, Hasanah Putri Daulay, menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar pelanggaran prosedur, melainkan bentuk kejahatan kemanusiaan yang mencederai rasa keadilan rakyat.

“Kami mengecam keras tindakan brutal aparat. Aparat negara yang dibiayai oleh uang rakyat seharusnya menjadi pelindung, bukan mesin penindas yang mengancam keselamatan rakyat kecil yang sedang mencari nafkah,” tegas Hasanah dalam pernyataannya, Jumat 29 Agustus.

HMI menilai tragedi itu tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa atau sekadar ulah oknum. Hasanah menegaskan, seluruh lini kepolisian dan pemerintah harus bertanggung jawab.

Dalam pernyataannya, HMI Cabang Payakumbuh-Limapuluh Kota menyampaikan empat tuntutan utama:

  1. Kapolda Metro Jaya dicopot dari jabatannya karena dianggap gagal menjaga ketertiban dan membiarkan tindakan represif yang berujung maut.
  2. Kapolri diminta turun tangan langsung dan menindak tegas tidak hanya pelaku lapangan, tetapi juga atasan yang lalai dalam pengawasan.
  3. Presiden RI diminta tidak bungkam serta memastikan penegakan keadilan, termasuk menghukum aparat yang terbukti melakukan kekerasan.
  4. Komnas HAM, DPR RI, dan lembaga pengawas lainnya didorong untuk mengawal kasus ini demi melindungi hak dasar warga negara.

Hasanah menegaskan, tragedi tersebut menjadi bukti masih adanya aparat yang memperlakukan rakyatnya sendiri seolah musuh negara. “Jika institusi penegak hukum tidak segera berbenah, maka kepercayaan rakyat terhadap negara akan hilang. Keadilan tidak boleh hanya menjadi jargon,” ujarnya.

Selain itu, HMI juga menyerukan kepada mahasiswa, masyarakat sipil, akademisi, dan aktivis HAM untuk bersatu menyuarakan keadilan. Organisasi tersebut menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus hingga keadilan ditegakkan secara transparan.

“HMI Cabang Payakumbuh-Limapuluh Kota berdiri bersama rakyat. Kami menolak segala bentuk pembungkaman terhadap suara rakyat,” pungkas Hasanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *