Matarakyat24/Dharmasraya – Malam Ramadan di Jorong Siguntur II, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, terasa berbeda pada Jumat (13/3/2026). Angin malam berhembus pelan, membawa aroma masakan berbuka dari rumah-rumah warga. Lampu-lampu masjid menyala terang, seakan menyambut sesuatu yang lebih dari sekadar tamu sebuah harapan yang datang bersama rombongan Safari Ramadan.
Di halaman Masjid Jami’, jamaah mulai berdatangan sejak senja. Orang tua, pemuda, hingga anak-anak memenuhi pelataran. Mereka menunggu kedatangan anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Golkar, Hj. Zaksai Kasni, S.E., M.M, yang malam itu melaksanakan kunjungan kedua Safari Ramadan di nagari tersebut.
Sambutan masyarakat begitu hangat. Tokoh masyarakat Sutan Hendri, S.Kom, yang juga dikenal sebagai Tuanku Bagindo Ratu Rajaan Siguntur sekaligus Ketua Bamus Nagari Siguntur, bersama H. Mawardi Idris, S.Ag., M.Pd, Jalisar Dt. Rajo Mangkuto, Imam Masjid Akbenti Sriwandi, serta para jamaah lainnya menyambut kedatangan rombongan dengan penuh kekeluargaan.
Safari Ramadhan malam itu dimulai dengan buka puasa bersama. Di bawah langit yang mulai gelap, warga dan rombongan duduk bersisian, menikmati hidangan sederhana namun penuh kehangatan. Tawa kecil anak-anak, percakapan ringan para orang tua, dan suasana kebersamaan membuat malam terasa begitu hidup.
Usai berbuka, jamaah berbondong-bondong menuju masjid untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah.
Dalam sambutannya, Wali Nagari Siguntur Hamdan menyampaikan rasa syukur atas kehadiran rombongan Safari Ramadhan dari DPRD Provinsi Sumatera Barat.
“Atas nama masyarakat Nagari Siguntur, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang telah mengirimkan Safari Ramadan ke tempat kami ini. Kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Namun di balik suasana hangat Ramadan, Hamdan juga menyampaikan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa Jorong Siguntur I dan Siguntur II saat ini mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Selain itu, kedua wilayah tersebut juga masih termasuk kawasan kumuh yang membutuhkan perhatian pembangunan.
“Kami sudah mengusulkan pembangunan program Pamsimas untuk Jorong Siguntur II kepada Bupati. Insya Allah setelah Lebaran tahun ini akan mulai dikerjakan,” katanya penuh harap.
Mendengar hal itu, Zaksai Kasni menanggapi dengan nada tenang namun penuh perhatian. Ia menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung suara masyarakat.
“Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan shalat tarawih serta dialog seperti ini adalah cara kami untuk lebih dekat dengan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan kami kawal,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pada Ramadhan tahun ini sebanyak 65 anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat terdiri dari empat pimpinan dan 61 anggota turun langsung ke tengah masyarakat melalui Safari Ramadhan.
Mereka mengunjungi 216 masjid dan musala yang tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Tujuannya sederhana namun bermakna, agar wakil rakyat tidak terpisah dari masyarakat yang mereka wakili.
“Sebagai wakil masyarakat di DPRD provinsi, kami akan terus menampung dan mengawal aspirasi yang disampaikan masyarakat,” kata Zaksai.
Malam itu, kepedulian juga terlihat dari langkah sederhana sang legislator. Ia secara pribadi memberikan bantuan Rp1 juta kepada anak-anak yang mengikuti lomba cerdas cermat Al-Qur’an di masjid tersebut.
Bagi anak-anak itu, bantuan tersebut bukan sekadar uang. Ia menjadi tanda bahwa usaha mereka mencintai Al-Qur’an mendapat perhatian.
Sementara itu, kabar gembira juga datang untuk Masjid Jami’ Siguntur. Zaksai Kasni menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta yang akan digunakan untuk perbaikan kubah masjid, sesuai usulan pengurus.
Dana tersebut direncanakan akan dicairkan melalui program bantuan keagamaan pemerintah provinsi sekitar Oktober mendatang.
Begitu kabar itu disampaikan, wajah-wajah jamaah yang memenuhi masjid terlihat berbinar. Syukur terucap lirih dari beberapa sudut ruangan.
Bagi masyarakat Siguntur, bantuan itu bukan hanya tentang bangunan masjid. Ia adalah simbol bahwa suara mereka didengar.
Malam Ramadhan itu kemudian ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz H. Marwan Fahmi, S.Ag.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu di mana pintu-pintu kebaikan terbuka lebar.
“Ketika Ramadhan datang, pintu amal dibuka seluas-luasnya. Sementara pintu maksiat dipersempit, karena setan telah dirantai,” ujarnya.
Jamaah mendengarkan dengan khusyuk.
Di luar masjid, malam semakin larut. Namun cahaya lampu Masjid Jami’ Siguntur tetap menyala terang.
Di malam ke-24 Ramadhan itu, Siguntur bukan hanya dipenuhi suara doa dan ayat suci. Ia juga dipenuhi harapan harapan akan air yang kembali mengalir, kampung yang semakin baik, dan pemimpin yang terus mendengar suara rakyatnya.
Dan bagi warga Siguntur, malam itu akan lama dikenang sebagai malam ketika Ramadhan bersama wakil rakyat terasa begitu dekat dengan kehidupan mereka.(sutan)












