Dari Seragam hingga Sepatu, BFLF Bantu Puluhan Siswa Terdampak Banjir Bandang di Bireuen

Perwakilan BFLF menyerahkan bantuan pendidikan secara simbolis kepada siswa sekolah dasar terdampak banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Matarakyat24.com, Bireuen – Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) kembali menggelar kegiatan kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah bagi pelajar terdampak banjir bandang di Kabupaten Bireuen. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama dengan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) serta PAMASTHA From Mangalayang For Humanity.

Kegiatan Belanja Seragam dan Perlengkapan Sekolah untuk Pelajar Korban Banjir Bandang ini menjadi program perdana yang dilaksanakan BFLF di wilayah Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di sektor pendidikan.

Ketua BFLF, Michael Octaviano, mengatakan program ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam pemulihan pendidikan anak-anak korban bencana.

“Kami percaya, pendidikan adalah fondasi penting dalam proses pemulihan pascabencana. Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut peduli,” ujar Michael,

Sementara itu, Ketua BFLF Bireuen, Sayed Chairul Raziq Al Aydrus, menjelaskan bahwa bantuan diberikan berdasarkan hasil pendataan di sejumlah sekolah terdampak.

“Hari ini kita melaksanakan pembagian seragam sekolah sekaligus program pascasekolah. Sebelumnya kami sudah mendata beberapa sekolah, namun ada satu sekolah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, sehingga kami fokuskan sekitar 20 siswa di sekolah tersebut,” jelasnya.

Menurut Sayed, total penerima manfaat dalam kegiatan ini mencapai sekitar 38 siswa yang tersebar di beberapa sekolah di Kabupaten Bireuen, dengan salah satu lokasi utama di SDN 28.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi seragam sekolah, tas, buku, alat tulis, sepatu, kaus kaki, serta perlengkapan belajar lainnya.

Lebih lanjut, Sayed menekankan bahwa pemulihan pascabencana di Bireuen saat ini perlu difokuskan pada sektor pendidikan, bukan lagi semata-mata bantuan logistik.

“Kabupaten Bireuen memang belum sepenuhnya pulih, tapi saat ini kita tidak lagi hanya bicara logistik. Banyak hal yang harus diprioritaskan, salah satunya pendidikan. Anak-anak ini secara psikologis terdampak, bahkan sudah terbiasa mengejar bantuan. Kita ingin mengembalikan pola pikir mereka agar kembali sehat dan fokus belajar,” katanya.

Ia juga mengajak para donatur dan pihak terkait untuk menyalurkan bantuan ke sektor pendidikan, sementara penanganan sektor lain dapat dioptimalkan oleh pemerintah.

“Harapan kami, baik donatur maupun pemerintah bisa fokus pada penanganan pascabencana, khususnya di dunia pendidikan. Anak-anak harus kembali belajar dengan normal agar masa depan mereka bisa lebih baik,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *