Akibat Ulah Kadus, Jalan di Dusun II Desa Sisobawino I Tidak Tersentuh Dana Gotongroyong Tahun 2025.
matarakyat24.com // Nias 08/03/2026. Kegiatan penyemprotan badan jalan yang dilaksanakan di Dusun II, Desa Sisobawino I, Kecamatan Somolo-molo, Kabupaten Nias, diduga tidak dilakukan secara menyeluruh.
Pasalnya, salah satu jalan alternatif yang menghubungkan Desa Sisobawino I, Kecamatan Somolo-molo dengan Desa Lewuoguru II, Kecamatan Ma’u, serta tembus ke Desa Lewuombanua, Kecamatan Somolo-molo, tidak tersentuh kegiatan penyemprotan sama sekali melalui dana Gotongroyong tahun 2025.
Padahal, sebagian masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut merupakan penduduk Desa Sisobawino I.
Jalan alternatif tersebut juga selama ini menjadi akses penting bagi warga sekitaran disitu, namun akibat ulahnya kepala dusun II an. Beriman Waruwu merasa dirugikan sepihak olehnya dia tidak membagi rata dilikungan dana gotongrong tersebut.
Tambah “Menurut keterangan warga setempat, pada tahun-tahun sebelumnya setiap kegiatan pembersihan maupun perawatan jalan selalu mencakup jalur wilayah Dusun tersebut selalu tersentuh baik pemeliharaan dan pembersihan seperti penyemprotan rumput
Bahkan pada tahun-tahun sebelumnya jalan tersebut pernah mendapatkan pembangunan berupa pemasangan material batu (onderlagh) selalu transparan dan terlaksana dengan baik
Namun berbeda dengan kegiatan gotong royong kali ini pemerintah semakin memberikan dana besar agar masyarkat bisa menikmati melalui dana Gotongroyong di tiap dusun tetapi akibat ulahnya pemimpin yang ambisius maka masyarkat menerima kerugian.
Sedangkan pada saat musyawarah pemerintah melalui dusun II pada 4 November 2025 di Dusun II Desa Sisobawino I, yang ditangani langsung oleh Kepala Dusun II mengatakan semua lingkungan dusun II harus disentuh pemeliharaan dari dana gitongroyong.
Ketua RT dusun II Desa Sisobawino I berinisial HW saat diwawancarai awak media membenarkan bahwa sebelumnya dalam rapat telah disepakati penyemprotan jalan tersebut seperti tahun-tahum sebelumnya.
Namun warga dusun II tidak mengetahui apa maksud dan tujuan Kepala Dusun itu sehingga tidak terlaksananya pemeliharaan diwilayahnya sendiri atau pun dia sudah memakai dana itu untuk kebutuhan keluarganya atau bagaimana kami tidak tau sehingga kami warga yang merasakan perilaku buruknya kepala dusun itu.
Sehingga anak-anak sekolah kami yang lewat disitu sangat diperhatikan sekali.
Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, kepada Kepala Dusun II Beriman Waruwu sempat memberikan tanggapan singkat kepada awak media.
“Oh iya, besok kita lihat nanti.. ucapnya ..
warga terus menunggu kejelasan ini dari kepala dusun jika tidak, maka kami akan mempertanyakan ke pihak pemerintah atas. Tutup (Nuari Waruwu)










