Matarakyat24.com, Jakarta — Upaya memperkuat ketahanan energi nasional perlu didukung oleh peningkatan literasi masyarakat mengenai penggunaan energi secara bijak dan berkelanjutan. Hal tersebut mengemuka dalam webinar Ngobras Literasi Digital bertema “Ketahanan Energi” yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital bersama Anggota Komisi I DPR RI H. Oleh Soleh, S.H., Rabu (5/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB di Intel Studio Pasar Minggu, Kompleks TNI AL, Jakarta Selatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan legislatif, praktisi komunikasi digital, dan tokoh pemuda.
Anggota Komisi I DPR RI H. A. Imam Sukri, M.Hum dalam pemaparannya menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan energi. Menurutnya, ketahanan energi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga dimulai dari kesadaran individu untuk menghemat energi.
Ia menyebutkan, masih terdapat kesenjangan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya energi terbarukan. Oleh karena itu, literasi energi dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas pemahaman publik tentang pengelolaan energi yang berkelanjutan.
“Ketahanan energi harus dimulai dari perilaku individu, misalnya menggunakan energi secara bijak dan hemat agar masa ketersediaan energi fosil dapat diperpanjang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur energi bersih serta pengelolaan risiko krisis energi perlu dipersiapkan sejak dini guna menjamin keberlanjutan energi bagi generasi mendatang.
Selain itu, DPR RI melalui fungsi legislasi dan pengawasan turut berperan dalam memastikan kebijakan terkait transisi energi berjalan efektif. Dukungan regulasi juga dinilai penting untuk mempercepat kemandirian energi nasional.
Sementara itu, praktisi komunikasi digital Drs. Sadjan, M.Si. menjelaskan bahwa ketahanan energi berkaitan erat dengan upaya mewujudkan visi pembangunan nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
Ia memaparkan tiga pilar strategis dalam penguatan ketahanan energi, yakni kemandirian nasional melalui swasembada energi, hilirisasi sumber daya domestik untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, serta pertumbuhan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Menurutnya, langkah strategis yang tengah didorong pemerintah antara lain penguatan program biofuel nasional, seperti implementasi B40 pada 2025 dan target B50 pada 2026 guna mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
“Efisiensi energi merupakan strategi berbiaya rendah namun berdampak besar untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan energi nasional,” jelasnya.
Melalui kegiatan literasi digital ini, para peserta diharapkan dapat memahami pentingnya ketahanan energi serta berperan aktif dalam mendukung upaya penghematan energi di lingkungan masing-masing.***












