MATARAKYAT24, DHARMASRAYA – Kasus dugaan penganiayaan kembali menyeret oknum aparat penegak hukum. Seorang warga Jorong Rawang Sako, Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya berinisial I, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh enam oknum anggota Batalyon C Pelopor Binuang Satbrimob Polda Sumbar.
Peristiwa menyedihkan tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu malam (23/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIB di depan kediaman korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden ini diduga kuat bermula dari sebuah perselisihan verbal. Salah seorang oknum anggota Brimob disebut-sebut melontarkan kata-kata tidak pantas kepada warga setempat berinisial A, yang tak lain adalah ayah dari korban I.
Meski sempat memanas, perselisihan awal tersebut sebenarnya berhasil dilerai oleh warga yang berada di sekitar lokasi. Namun, ketegangan ternyata tidak berhenti di sana.
Tidak lama berselang, terduga pelaku disinyalir kembali ke lokasi kejadian sembari membawa sejumlah rekannya. Sekitar pukul 22.30 WIB, intimidasi berlanjut hingga ke pekarangan rumah korban. Di sanalah korban I diduga dikeroyok dan sempat terkena pukulan di bagian hidung, meski dilaporkan tidak mengalami luka-luka serius
Insiden penyerangan hingga ke ranah domestik/rumah pribadi ini sontak memicu perhatian sekaligus kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat yang menyayangkan arogansi tersebut.
Merespons gejolak yang terjadi, pihak keluarga, Ninik Mamak (tokoh adat), serta tokoh pemuda setempat langsung bergerak cepat untuk meredam situasi agar tidak berbuntut panjang. Kasus tersebut akhirnya dinyatakan selesai melalui musyawarah.
Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Minggu (24/5/2026) melalui pesan WhatsApp, Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Brimob Binuang di Dharmasraya, Kompol Martin, S.H., membenarkan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara damai
“Tidak damai lagi pak, jadi keluarga kami jadinya,” tulis Kompol Martin singkat via pesan WhatsApp
“Semoga Dharmasraya penuh kekeluargaan,” tambahnya berharap agar kondusivitas di wilayah Dharmasraya tetap terjaga
Saat ditanya mengenai tindak lanjut terhadap dugaan keterlibatan enam orang oknum anggota Brimob dalam insiden tersebut, Kompol Martin menyebut pihak-pihak yang terlibat saling mengenal
“Mereka berkawan, sering main bola bersama,” tutupnya.
Meskipun klaim perdamaian secara kekeluargaan telah dinyatakan oleh pihak Batalyon dan tokoh masyarakat, hingga berita ini diturunkan, pihak media belum mendapatkan jawaban konkret terkait identitas (nama-nama) enam oknum anggota yang terlibat. Pihak Batalyon C Pelopor Binuang juga belum memberikan rincian mengenai sanksi internal yang akan dijatuhkan.
Di sisi lain, sebagian masyarakat tetap berharap adanya transparansi dan pengusutan yang tuntas baik secara hukum maupun sanksi disiplin militer/kepolisian agar kejadian serupa yang melibatkan oknum aparat tidak kembali terulang di masa mendatang












